Mesasulbar.com – Makassar, Upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi komunikasi publik terus dilakukan oleh berbagai instansi di Sulawesi Barat. Kegiatan yang dilaksanakan di Makassar ini digelar Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat, melalui kegiatan studi banding dan capacity building kehumasan yang melibatkan mitra strategis, baik dari instansi vertikal maupun pemerintah daerah provinsi dan kabupaten (29 – 30 April 2026).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho, menegaskan bahwa kehumasan memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar dokumentasi dan publikasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman yang lebih selaras bahwa kehumasan bukan hanya soal penyampaian informasi, tetapi juga menjadi wajah institusi, pembangun reputasi, dan jembatan kepercayaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam penguatan kapasitas kehumasan, yakni ketepatan, kontekstualisasi, dan kemanfaatan.
Menurutnya, ketepatan berarti setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus benar, jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, kontekstualisasi menekankan pentingnya penyampaian pesan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan media digital, serta tetap memperhatikan kearifan lokal.
“Yang tidak kalah penting adalah kemanfaatan. Komunikasi publik harus mampu memberikan pemahaman, membangun kepercayaan, serta menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Eka.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia kehumasan di Sulawesi Barat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat jejaring antarinstansi.
“Dengan sinergi yang semakin kuat, komunikasi publik di daerah akan menjadi lebih solid, responsif, dan efektif dalam mendukung penyampaian berbagai program pemerintah dan lembaga,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu peserta kegiatan, Adriansyah, yang merupakan perwakilan dari pemerintah Provinsi Sulbar, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami, terutama dalam memahami bagaimana menyampaikan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ungkapnya .
Ia juga menilai forum seperti ini penting untuk memperkuat jejaring antarpraktisi kehumasan di daerah.
“Selain menambah pengetahuan, kami juga bisa saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan komunikasi publik,” tambah pria yang lebih disapa dengan nama Ancha.